Kejadian di Awal Bulan 2020

Halo.

Malam tahun baru, Jakarta diguyur hujan deras. Bener - bener deres banget. Sampe berita banjir Jakarta bermunculan di tv dan media sosial. Hari - hari awal tahun baru pun hujan lagi dan lagi. Banjirnya pun nambah tinggi. Beberapa daerah Tangerang juga banjir. Ya, ini sambutan awal di tahun 2020. Miris sih liat beritanya juga. Banyak warga yang kesulitan juga dalam hal pangan. Bayangin, tidurnya pun pasti juga gak nyaman. Resah terus kalo tiba - tiba ujan lagi. Video dokumenter tentang banjir Jakarta gw liat juga di youtube Channel Watchdoc Documentary. Dari situ keliatan sih gimana rasanya mereka mengalami musibah ini. Sedih.  Coba aja nonton. Menurut Kompas, Jakarta udah enam kali banjir selama dua bulan awal 2020.
Tapi emang sebelumnya Jakarta sering banjir sih. di video dokumenter watchdoc itu, ada footage juga yang menunjukkan keadaan Jakarta dulu banget dan sekarang. Ada juga wawancara sama warga yang merasakan banjir, sampe upaya mereka supaya rumahnya aman, dan menyikapi kebijakan pemerintah saat itu. Oke, itu yang pertama ya.

Kedua, Ria irawan, director film. Ia meninggal dunia tanggal 6 Januari 2020 karena sakit kanker kelenjar getah bening. Penyakitnya itu sempet udah dikatakan sembuh tahun 2014, setelah kemoterapi. Tapi pertengahan 2019, kondisinya memburuk lagi. Selengkapnya ada di sini. Ia adalah public figure di dunia akting dan industri musik. Ia meninggal dunia di usia 50 tahun.

Ketiga, 26 Januari 2020 kabar sedih lagi dari Kobe Bryant, pemain basket profesional asal Amerika. Ia meninggal sama anaknya yang berumur 13 tahun karena kecelakaan helikopter. Infonya gw dapet dari sini. Umurnya saat itu 41 tahun. Kobe Bryant udah dapet banyak banget penghargaan di dunia basket. Kita semua termasuk gw pribadi kaget tau berita ini. Saat itu Kobe lagi dalam perjalanan untuk ngelatih tim baset anak perempuannya di turnamen muda setempat di Akademi Olahraga Mamba (Mamba Sports Academy). Infonya dari bbc. Gimana sedihnya coba keluarga dan orang terdekat yang ditinggalkan, yang kita gak nyangka bakal meninggal di saat perjalanan gitu. Emang kalimat 'hati-hati di jalan' means a lot banget. Kita berharap aman dan selamat sampe tujuan.

Keempat, 18 Februari 2020 Ashraf Sinclair, suami BCL meninggal dunia. Ini juga kaget sih. Jarang banget denger berita tentang dia, dan keluarga mereka itu selalu terlihat harmonis. Sedih banget liat BCL dan anaknya nangis. Dan kalo gak salah malem sebelumnya itu BCL habis dari Indonesian Idol. Ashraf juga gak merokok, gaya hidupnya sehat. Kronologinya gw baca di sini. Katanya Ashraf tidurnya pules banget. Kebetulan lagi ada mamanya BCL pas dicek nadinya berhenti, tapi untuk make sure Ashraf dibawa ke rumah sakit. pas tau ia meninggal, BCL nangis histeris. Gak kebayang sih betapa sedihnya keluarga yang ditinggalkan. Apalagi Noah juga masih kecil. Trus beredar video BCL lagi nyanyi lagu sooundtrack Habibie Ainun, sambil nangis. Itu sedih banget asli. Kerasa banget dia ditinggal suaminya tuh gimana.

Masuk bulan Maret, Indonesia dinyatakan ada yang positif corona tanggal 2 Maret 2020. Kasus pertama itu ibu dan anak karena pernah kontak dengan warga Jepang yang ke Indonesia. Setelah itu ditelusuri deh mereka udah pergi kemana aja dan kontak kemana aja. Sebenernya berita tentang virus Corona ini udah dari bulan lalu, awalnya di Cina kota Wuhan. Asalnya dari hewan yang ada di pasar.  Sampe sekarang tulisan ini dibuat, kasus positif Corona di Indonesia udah 3512 kasus. Infonya bisa diliat di https://kawalcovid19.id/. Kasus di kota - kota lain juga ada di situ. Oke, ini jadi kesedihan kelima.
Ah, sedih deh tau berita ini. Kebijakan social distancing, physical distancing, work from home, itu makin digalakkan. Kita semua berupaya untuk menghindari sentuhan. Iklan layanan masyarakat, atau animasi bagaimana virus menyebar itu udah banyak, itu bisa dijadikan bahan edukasi kita semua. Yang sedihnya juga, gimana orang - orang yang kerjanya harian, sedangkan ada kebijakan itu? Gimana mereka survive dengan uang seadanya? Jalanan udah makin sepi, orang - orang menghindari keluar rumah. Ojol, supir angkot, pedagang asongan, juga makin sepi pelanggan. Gw nonton beritanya di tv, sedih banget. Berita meninggalnya tenaga medis juga bermunculan. Beberapa public figure ada yang berinisiatif membantu tenaga medis juga. Bayangin gimana capeknya mereka menangani pasien kasus ini yang tiap harinya selalu bertambah. Bekerja tiap hari. Kita emang mungkin belum bisa bantu banyak banget, tapi dengan kita di rumah aja cukup membantu mengurangi menularnya virus ini. Bosen di rumah? Iya kadang.

Oh ya, ada video menarik nih soal Corona. Ini dari Vox, tentang gimana virus spread. Sama ini tentang Corona di Wuhan selama sebulan. Ini berasa banget sih keadaan waktu di sana gimana. Beneran bagus banget.

Keenam, berita sedih lagi datang dari penyanyi Indonesia, terkenal banget dengan lagu - lagu melow nya, yang mungkin sering juga menemani orang - orang yang patah hati atau kesemsem. Iya, Glenn Fredly. Ia meninggal di usia 44 tahun tanggal 8 April 2020. Ia dan istrinya juga baru saja dikaruniai anak yang lahir bulan Februari lalu. Sedih, anaknya gak bisa liat sosok ayahnya yang ramah banget. Semua orang kenal dia. Itu yang dikatakan banyak orang, Glen itu sosok yang humble banget. Ia meninggalkan warisan lagu - lagu yang masih enak didenger sampe sekarang. Dia juga sempet ikut konser #dirumahaja yang diadain sama narasi tv. Menurut sumber IGTV narasi, dan di instagram Najwa Shihab, Mba Najwa sempat meminta Glen untuk bergabung bernyanyi bersama dengan Trio Lestari, karena gak lengkap rasanya tanpa dia. Awalnya dia nolak, tapi ternyata ia mengirim videonya. Mba Nana pun baru tau saat itu kalo ternyata Glen menyanyikan lagu sambil menahan rasa sakit di kepalanya. Glen meninggal karena meningitis. Ini berita yang cukup mengejutkan juga sih. Gak nyangka banget. Banyak orang juga bilang ia orang yang baik. Lagu - lagunya diputer setiap ada beritanya. Gimana sedihnya istrinya coba, dan merawat bayinya sendiri tanpa sosok ayah dari anaknya. Dia pasti kuat, harus kuat. 

Udah deh, gatau lagi nanti akan gimana di hari - hari setelahnya. Yang pasti kita harus banyak bersyukur dan doa aja. bersyukur masih dikasih sehat, selamat. Berdoa selalu untuk hari yang lebih baik, dan kita bisa survive terus di keadaa yang tidak menentu ini.

Comments

Popular posts from this blog

Apa yang membuat bebanmu hilang? Bersyukur.

Hujan dan Rindu